Daging yang digunakan dipilih secara khusus dari bagian 'sandung lamur' (brisket) dengan rasio lemak yang pas untuk memberikan tekstur kuah yang gurih namun tidak membuat enek. Proses pengolahan kuah dilakukan selama 12 jam dengan api kecil (slow cooking) guna mengekstraksi kolagen dari tulang sapi pilihan.

Hasilnya adalah kuah hitam yang kaya, kental, dan aromatik dengan sentuhan rempah seperti ketumbar sangrai, jinten, dan daun jeruk purut yang segar. Setiap sajian Rawon Sultan dilengkapi dengan tauge pendek yang renyah dan sambal terasi khas yang menambah dimensi rasa. Kami menjaga warisan kuliner Jawa Timur ini dengan tetap menggunakan alat masak tradisional di tengah gempuran teknologi instan, demi menjaga keaslian rasa yang dicari oleh para pecinta kuliner kelas atas maupun tamu-tamu kehormatan di acara perusahaan Anda.